Prinsip Penggunaan AI
AI digunakan untuk membantu menerima, merapikan, menghubungkan, dan menilai kelengkapan informasi. AI bukan penyidik resmi, pengadilan, atau penentu kesalahan seseorang.
Pemisahan fakta dan inferensi
Setiap paket kasus harus membedakan pernyataan pelapor, fakta yang telah diverifikasi, dan inferensi yang dihasilkan AI.
Ketertelusuran
Kesimpulan penting harus merujuk pada sumber bukti, waktu analisis, aturan yang digunakan, serta versi model yang memprosesnya.
Keamanan model
Model dan tool dipisahkan berdasarkan fungsi, dibatasi dengan kebijakan, diuji terhadap prompt injection dan data poisoning, serta tidak diberi kewenangan menghapus bukti secara mandiri.
Keputusan berdampak tinggi
Publikasi identitas, pengungkapan informasi pelapor, atau rujukan sensitif tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan keluaran model tanpa mekanisme otorisasi yang terdokumentasi.